Komitmen Kami

Harum Energy memiliki komitmen untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar wilayah operasionalnya, sebagai perwujudan dari salah satu misinya. Ini dilakukan karena Perusahaan menyadari bahwa keberadaannya sebagai suatu badan usaha merupakan suatu bagian tak terpisahkan dari lingkungan dan kondisi sosial di sekitarnya. Untuk itu, Perusahaan berupaya untuk dapat memberikan dampak yang baik bagi lingkungan dan sosial dari keberadaannya. 

Pemetaan praktrik CSR Perseroan melaui Entitas Anak merujuk pada kebijakan dan strategi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.41 Tahun 2016. PPM menitikberatkan pada penciptaan nilai positif dan berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal Perseroan, terutama para penerima manfaat program. Pemangku kepentingan yang menjadi sasaran dari program-program PPM Perseroan terdiri dari masyarakat sekitar wilayah operasi, termasuk para karyawan Perseroan sendiri. 

Kebijakan dan program PPM dibentuk berdasarkan 8 pilar sebagai berikut yaitu:

  1. Pendidikan;
  2. Kesehatan;
  3. Tingkat Pendapatan Riil atau Pekerjaan;
  4. Kemandirian Ekonomi;
  5. Sosial Budaya;
  6. Pemberian Kesempatan Kepada Masyarakat Setempat Untuk Ikut Berpartisipasi Dalam Pengelolaan Lingkungan Kehidupan Masyarakat Tambang Yang Berkelanjutan;
  7. Pembentukan Kelembagaan Komunikasi Masyarakat Dalam Menunjang Kemandirian PPM;
  8. Pembangunan Infrastruktur yang Menunjang PPM.

 

TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP 

Perseroan sangat memahami dan berkomitmen akan pentingnya penambangan yang bertanggung jawab (good mining practices) untuk menjaga kualitas lingkungan hidup dengan mengurangi dampak negatif dari rangkaian aktivitas penambangan. Perseroan juga terus berupaya untuk mengefisiensikan proses-proses operasi agar secara bijaksana menggunakan sumber daya alam, termasuk untuk energi, serta menghasilkan limbah operasi yang lebih sedikit untuk setiap ton batubara yang dihasilkan.

Praktik pengelolaan lingkungan di wilayah pertambangan dilakukan oleh PT Mahakam Sumber Jaya (MSJ) melalui tata cara, metode, dan jadwal penambangan dengan sistem tambang terbuka, serta penataan bukaan lahan sesuai rencana tambang. Praktik ini dilaksanakan sesuai dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang telah disetujui oleh Gubernur Kalimantan Timur, dan seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang lingkungan hidup.

Aktivitas pengelolaan lingkungan oleh MSJ mencakup pembukaan lahan, pengelolaan air buangan, pemburaian tanah penutup, pengupasan dan penimbunan tanah penutup, reklamasi dan vegetasi, serta pengelolaan limbah hidrokarbon. Tidak hanya itu, Perseroan juga mengontrol aspek-aspek lingkungan hidup di wilayah penambangan, seperti kualitas air tambang, situasi tambang, vegetasi, satwa liar, erosi tanah, kesuburan tanah, kualitas udara ambien, emisi genset, dan rona awal. Hasil penilaian setiap aspek tersebut dikompilasi secara berkelanjutan oleh tim di lapangan, serta secara rutin dilaporkan kepada Manajemen dan kepada otoritas terkait.

Total realisasi biaya pelaksanaan tanggung jawab sosial Perseroan terhadap lingkungan hidup di tahun 2018 adalah Rp16 miliar, atau lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2017, sebesar Rp17,6 miliar.

Melalui  implementasi  program  tanggung  jawab  terhadap lingkungan  hidup,  dampak  negatif  operasi  penambangan Perseroan di setiap lokasi kantor Perseroan, lokasi tambang dan sekitarnya dapat diminimalisir.

Kepedulian  Perseroan  terhadap  lingkungan  hidup  juga ditunjukkan dari penerapan standar-standar internasional dalam  kegiatan  operasi.  Penerapan  standar  tersebut disertifikasi  secara  berkala.  Pada  tahun  2018,  sertifikasi di  bidang  lingkungan  yang  dimiliki  Perseroan,  yaitu Penghargaan  PRATAMA  (Pengelolaan  Lingkungan Pertambangan  Batubara  2017)  yang  diberikan  oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  tanggal 8 Mei 2018.

 

TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERHADAP PENGEMBANGAN SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN

Perseroan  memahami  bahwa  keberlanjutan  kegiatan usaha  Perseroan  tidak  dapat  dipisahkan  dari  peran  serta masyarakat.  Oleh  karena  itu,  Perseroan  berusaha  untuk terus membangun hubungan baik dengan masyakat, salah satunya melalui implementasi CSR.

Beberapa program CSR terhadap pengembangan sosial dan kemasyarakatan,  diantaranya  penggunaan  tenaga  kerja lokal,  dimana  Perseroan  memberikan  prioritas  terhadap masyarakat  sekitar  perusahaan  untuk  menjadi  karyawan sesuai  dengan  persyaratan  dan  peraturan  yang  berlaku. Selain  itu,  Perseroan  juga  rutin  melakukan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Perseroan  melalui  entitas  anak  menggunakan  metode Participatory  Rural  Appraisal (PRA)  dan Rapid  Rural Appraisal (RRA)  dalam  merumuskan  program-program PPM  tiap  tahunnya.  Metode  tersebut  digunakan  untuk melibatkan semua pemangku kepentingan untuk bersama- sama  memetakan  potensi  suatu  daerah  atau  desa,  serta menetapkan program dan skala prioritas pelaksanaannya. Setelah  dokumen  yang  memuat  pemetaan  potensi  desa disahkan dan disepakati bersama, program-program yang telah direncanakan sesuai dengan pemetaan tersebut pun direalisasikan.

Perseroan senantiasa mengevaluasi kegiatan PPM secara berkala untuk mengetahui kesuksesan program PPM yang diukur dari peningkatan dalam kualitas hidup masyarakat, turunnya  tingkat  kemiskinan,  dan  hal-hal  positif  lainnya yang tidak seluruhnya terukur secara kuantitatif. Evaluasi dilakukan  sebanyak  3  bulan  sekali  oleh  Tim Community Development.

Total  realisasi  biaya  pelaksanaan  tanggung  jawab  sosial terhadap  pengembangan  sosial  dan  kemasyarakatan  di tahun 2018 adalah Rp5,1 miliar, lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2017 sebesar Rp5,5 miliar.

 

TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERHADAP KETENAGAKERJAAN, KESEHATAN, DAN KESELAMATAN KERJA

Karyawan merupakan salah satu aset penting perusahaan dalam  menjalankan  kegiatan  operasional.  Faktor  ini membuat Perseroan selalu berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan  karyawan,  baik  dalam  lingkup  lingkungan kerja maupun ekonomi, seperti:

1. Kesempatan Kerja dan Kesetaraan Gender

Perseroan  secara  adil  memberikan  kesempatan  kerja yang sama, baik kepada pria maupun wanita. Peluang ini  dibuktikan  pada tahap  rekrutmen  karyawan baru  dengan  menjunjung  tinggi  prinsip  kesetaraan. Proses  rekrutmen  juga  dilaksanakan  dengan  sangat transparan,  sehingga  memberikan  kesempatan  bagi setiap  individu  baru  untuk  bersaing,  bergabung  dan berkarir bersama Perseroan.

2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Perseroan  sangat  menjunjung  tinggi  aspek  K3,  untuk memastikan bahwa setiap pekerja dapat berkontribusi secara  optimal  di  tengah  rasa  aman  yang  diberikan oleh  Perseroan,  melalui  penerapan  prosedur  K3  yang ketat di dalam semua kegiatan operasional. Perseroan melalui MJS telah melaksanakan kegiatan K3 meliputi:

  1. Safety  talk,  pembuatan  aturan  dan  pedoman  lalu lintas,  induksi  keselamatan  pertambangan  ke seluruh karyawan dan tamu di lapangan, inspeksi, serta rapat keselamatan rutin;
  2. Pengembangan  Sistem  Manajemen  Keselamatan Pertambangan  (SMKP)  MSJ,  yang  disebut Mahakam Safety Management System (MSMS) dan mencakup 7 elemen, yakni:
  • Organisasi keselamatan pertambangan;
  • Pelindung  diri,  elektrik,  mekanik,  dan konstruksi;
  • Lalu lintas;
  • Ketatarumahtanggaan;
  • Penambangan;
  • Pelaporan kejadian kecelakaan dan
  • Prosedur investigasi dan tanggap darurat.

3. Pendidikan dan/atau Pelatihan

Karyawan  merupakan  aset  penting  perusahaan ketika  menjalankan  kegiatan  operasional.  Perseroan senantiasa  memberikan  pendidikan  dan/atau pelatihan kerja terbaik bagi seluruh karyawan di setiap level  organisasi  yang  bertujuan  untuk  menunjang pelaksanaan  tugas  dan  meningkatkan  profesionalitas kerja.  Melalui pengengembangan  kompetensi  yang berkesinambungan, Perseroan membangun SDM yang unggul dan siap bersaing.

4. Remunerasi

Perseroan memberikan apresiasi atas kinerja karyawan. Bentuk  apresiasi  tersebut  diwujudkan  berupa  gaji bulanan dan bonus atas pencapaian kinerja karyawan.

Total  realisasi  biaya  pelaksanaan  tanggung  jawab  sosial Perseroan  terhadap  ketenagakerjaan,  kesehatan  dan keselamatan kerja di tahun 2018 adalah Rp4,3 miliar, lebih tinggi  dibandingkan  realisasi  tahun  2017  sebesar  Rp3,4 miliar.

 

TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERHADAP PELANGGAN

Sebaran pelanggan Perseroan berada di wilayah domestik dan  internasional.  Perseroan  bertanggung  jawab menyediakan  produk  dengan  mutu  terbaik  yang  sesuai permintaan  pelanggan,  dan  mengelola  hubungan  erat dengan pelanggan. Kendali mutu di Perseroan dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari proses produksi, stockpile, pengangkutan, pengiriman ke kapal pelanggan, hingga layanan purnajual.

Atas upaya pengendalian mutu yang baik tersebut, maka di tahun 2018, Perseroan tidak menerima keluhan yang material dari pelangan mengenai kualitas batubara dan jasa lainnya yang diberikan.