Komitmen Kami

Harum Energy memiliki komitmen untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar wilayah operasionalnya, sebagai perwujudan dari salah satu misinya. Ini dilakukan karena Perusahaan menyadari bahwa keberadaannya sebagai suatu badan usaha merupakan suatu bagian tak terpisahkan dari lingkungan dan kondisi sosial di sekitarnya. Untuk itu, Perusahaan berupaya untuk dapat memberikan dampak yang baik bagi lingkungan dan sosial dari keberadaannya. 

 

Strategi CSR Perusahaan melibatkan lima Pilar Pengembangan Masyarakat, yakni Hubungan Masyarakat, Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Infrastruktur, Bantuan Operasional, dan Pelayanan Masyarakat. Program-program CSR kami dapat dikategorikan ke dalam salah satu dari lima pilar tersebut, yang semuanya bertujuan mewujudkan pembangunan yang menyeluruh. Seluruh kegiatan CSR Perusahaan di tahun 2016 menghabiskan biaya sebesar Rp 4 miliar.

Hubungan Masyarakat

Pembangunan masyarakat haruslah dilakukan holistik, karena tujuan-tujuan yang ingin dicapai tidak hanya dalam hal materi semata, namun lebih luas dari itu, yakni membentuk modal sosial (social capital). Ini adalah sekumpulan perilaku masyarakat yang positif dan tertata, yang dapat dijadikan sebagai alat untuk memberdayakan masyarakat. Bentuk-bentuk modal sosial yang ada di masyarakat adalah peringatan hari raya keagamaan dan nasional, yasinan, bersih desa, subak, kegiatan pemuda, makepung, dan lain-lain.

Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan berarti memberikan kesempatan, peluang, dan daya kepada masyarakat, sehingga mereka dapat mengupayakan cara-cara baru untuk memenuhi kebutuhannya dan mencapai taraf hidup yang lebih baik. Faktor utama ketidakberdayaan adalah kondisi ekonomi, tingkat pendidikan yang rendah, dan kesehatan yang buruk. Oleh karena itulah strategi Perusahaan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat adalah dengan memprioritaskan pendanaan untuk program ekonomi yang memungkinkan masyarakat mengembangkan daya saing dan potensi keunggulan daerah masing-masing, program pendidikan, dan program kesehatan.

Pengembangan Infrastruktur

Pembangunan sosial perlu mendapatkan dukungan dari fasilitas umum dan prasarana yang memadai, sehingga masyarakat yang menggunakannya dapat berkembang lebih baik lagi. Sangatlah penting bagi masyarakat untuk memiliki akses ke infrastruktur dasar, seperti jalan, air bersih, pelayanan kesehatan, dan listrik. Perusahaan menerapkan konsep pengembangan masyarakat yang mendorong partisipasi masyarakat dalam semua tahapan, termasuk tahap pengambilan keputusan. Pengembangan infrastruktur yang dilakukan mencakup sarana-sarana di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan sarana-sarana umum lainnya.

Pelayanan Masyarakat

Di masyarakat terkadang muncul situasi tertentu yang membuat warga tidak dapat berpartisipasi dalam melakukan perencanaan dan eksekusi program, contohnya kondisi force majeure. Untuk itulah Perusahaan mengalokasikan sebagian dana CSR-nya untuk membantu masyarakat, yang sepenuhnya merupakan inisiatif dari Perusahaan. Perusahaan turut berpartisipasi memberikan bantuan bagi masyarakat terkena bencana alam, dan juga juga aktif dalam melakukan kampanye lingkungan hidup yang melibatkan masyarakat luas.

Pelestarian Lingkungan

Harum Energy menjalankan perannya sebagai pengayom dan pelindung kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya. Melalui MSJ, Perusahaan melestarikan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya dengan menciptakan ekologi pascatambang yang baru.

Sebagai bagian dari program pelestarian lingkungannya, Perusahaan mengendalikan dampak operasi pertambangannya melalui, antara lain: pengaturan pembukaan lahan untuk mencegah risiko erosi tanah, pengolahan air limbah pertambangan sesuai standar lingkungan, dan penanaman kembali secara bertahap untuk mengembalikan ekosistem ke kondisinya semula (sebelum aktivitas penambangan dimulai).

Dalam melakukan kegiatan penambangan, Perusahaan senantiasa memperhatikan untuk sesedikit mungkin memberikan dampak negatif terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Untuk menjaga tingkat keasaman air akibat bahan-bahan yang terlarut dari tambang, misalnya, Perusahaan menggunakan tawas dan mekanisme settling pond. Selain itu, Perusahaan juga mengumpulkan limbah bahan beracun dan berbahaya  (B3) berupa oli bekas, filter bekas, botol kemasan, gemuk, dan lain-lain, kemudian menyerahkannya kepada kontraktor yang  berizin atau ditampung sementara di area Perusahaan. Selain itu, Perusahaan juga mengelola dan meminimalisasi polusi udara (emisi SO2, NO2, CO, dan debu) serta kebisingan yang ditimbulkan dari operasi penambangannya, termasuk peledakan yang direncanakan sebaik mungkin dari segi penggunaan peledak dan keselamatan kerja.

Sebagai wujud kepatuhan lebih lanjut dengan peraturan lingkungan yang relevan dengan operasinya, Perusahaan secara berkala melakukan pemantauan sejumlah aspek lingkungan, seperti kualitas air limbah, kualitas udara ambien, debu dan tingkat kebisingan, emisi, tingkat cahaya, tingkat getaran, pengelolaan limbah berbahaya dan beracun, tanah erosi, kesuburan tanah, serta flora dan fauna. Dalam melakukan pemantauan kualitas udara, Perusahaan bekerja sama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Mulawarman, Samarinda. Hasil pengukuran dilaporkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Selain itu, dalam rangka mengendalikan kerusakan lingkungan serta menjaga kelestarian lingkungan hidup, Perusahaan telah melakukan berbagai program secara intensif, antara lain:

  1. Meningkatkan keberagaman tanaman dengan memanfaatkan bibit lokal.
  2. Mendorong masyarakat sekitar tambang untuk aktif menanam pohon.
  3. Mengembangkan pembibitan untuk tanaman lokal.
  4. Meningkatkan jumlah program konservasi tanah untuk mencegah erosi.